Telat Bayar dan Lapor SPT, Bersiaplah Untuk Kena Denda Sampai Pidana

Telat Bayar dan Lapor SPT, Bersiaplah Untuk Kena Denda Sampai Pidana

Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Keuangan pastinya akan memberikan sanksi tegas berupa denda atau juga pidana kepada siapa pun wajib pajak yang terlambat melaporkan surat pemberitahuan tahunan. “Denda Rp. 100 ribu/Wajib pajak” kata Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan di Kantor Pelayanan Pajak, Jakarta Madya.

Sumber : Gotax

Sesuai peraturan yang sudah berlaku, batas pelaporan Surat Pemberitahun Pajak yang ditunjukkan untuk wajib pajak pribadi telah ditetapkan hingga akhir maret 2018, sedangkan untuk wajib pajak badan ditetapkan hingga akhir april 2018. Sementara itu, Hestu Yoga Saksama, selaku Direktur Penyuluh, Pelayanan dan Humas Direktorat Jenderal Pajak mengatakan jika denda administrasi yang diberlakukan untuk sekali selama periode pelaporan SPT.

Pelaporan pajak tahun 2017 telah usai bagi wajib pajak pribadi, sedangkan wajib pajak badan akan berakhir di akhir bulan April 2018, jika tidak melaporkan maka wajib pajak pribadi akan terkena denda administrasi Rp. 100 ribu. Denda tersebut memang lebih kecil daripada jumlah denda untuk wajib pajak badan yang mencapai Rp. 1 juta. Sanksi administrasi ini akan dikenakan sekali saja, namun bila dalam pelaporan ini ada cukup banyak pajak yang belum dibayar yaitu PPh kurang bayar maka pembayarannya pun ikut terlambat, jadi sanksi yang diberikannya adalah bunga sebanyak 2%/bulannya.

Untuk yang mendapatkan sanksi maksimal, Hestu mengatakan jika wajib pajak juga dapat terkena pidana karena terlambat melaporkan SPT juga pajak terutang yang tidak dibayarkan. Sehingga akan mengakibatkan kerugian pada negara. “Sanksi pidana adalah jalan terakhir yang akan diberikan, tentunya setelah melalui berbagai proses yang panjang, setelah diberikannya pembinaan, himbauan, bahkan teguran dan pemeriksaan, bila tidak dipatuhi juga, wajib pajak akan diberikan sanksi pidana.

Untuk mengantisipasi banyaknya warga yang melaporkan diri di batas pelaporan wajib pajak orang pribadi, maka Direktorat Jenderal Pajak memutuskan untuk tetap membuka layanan KPP sampai pukul 5 sore, sabtu kemarin. Pelayanan akhir Maret tersebut telah dilakukan serempak di seluruh Indonesia, di mana masyarakat bisa melaporkan pajak SPT Tahunan secara manual jadi tidak ada alasan yang membenarkan wajib pajak untuk terlambat melaporkan pajaknya.

Perempuan di Indonesia

Perempuan di Indonesia – SEBAGAI salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia, setiap langkah dan kebijakan yang diambil terkait dengan nasib perempuan akan berdampak pada masa depan Indonesia. Raden Ajeng Kartini memulai perjuangan pada awal abad ke-19 agar perempuan Indonesia diberi kesempatan yang sama. Ia percaya pendidikan adalah bekal kehidupan yang lebih baik. Dua abad sejak perjuangan Kartini, akses pendidikan masih menjadi masalah di beberapa daerah di Indonesia. Meski begitu, tak sedikit perempuan di Indonesia yang menonjol. Mereka mampu melihat halangan sebagai tantangan dan mengubahnya menjadi kesempatan. Di ketinggian Gunung Lanny Jaya, Rosa Dahlia jatuh cinta. Nona 29 tahun ini memberikan jiwanya untuk gunung, lembah, dan tawa anak-anak di Distrik Lualo, Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Rosa menyediakan oasis di daerah yang bahkan belum tersentuh listrik, sebuah perpustakaan yang nyaman, tempat anak-anak singgah dengan gembira. ”Mereka datang ke sini sore sampai malam, membaca buku atau sekadar bermain,” kata perempuan asli Magelang, Jawa Tengah, ini. Rosalinda Delin menyalakan harapan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Bidan 44 tahun ini setangguh batu karang.

Dia berkampanye mengubah tradisi turun-temurun yang disebut hasai hai, yakni ”mengasapi” ibu dan bayi yang baru dilahirkan selama 42 hari. Sebuah tradisi yang membuat ibu dan bayi semakin rentan terpapar infeksi pneumonia dan dehidrasi parah. Sulitnya kondisi alam, dan reaksi penolakan masyarakat tak membuat Rosalinda gentar. ”Saya bekerja untuk masyarakat,” katanya. Kartika Jahja, 35 tahun, berkiprah bersama band Tika & The Dissidents di Jakarta. Penyanyi indie ini menggunakan daya kreativitas seni sebagai jalur menyuara kan kepedulian sosial. Tika mengabaikan godaan bermusik di jalur pop yang jauh lebih gemerlap. Beragam isu disoroti Kartika, dari hak-hak buruh, pelecehan seksual, diskriminasi, sampai perjuangan ibu-ibu Kendeng melawan masuknya industri semen yang menggusur gua-gua karst di Rembang, Jawa Tengah. May Day dan Tubuhku Otoritasku adalah lagu-lagu yang lantang menyuarakan keberpihakan Tika.

Seperti Kartini, gadis Jawa yang menulis surat kepada orang-orang berpengaruh di Belanda pada akhir abad ke-19, ketika budaya tulis masih jauh di awang-awang, Rosa, Rosalinda Delin, dan Kartika Jahja adalah perempuan pemberani. Mereka berani menembus batas, mengambil jalan terjal dan sering kali sepi. Benar-benar sepi. Alam, gender, nilai-nilai konvensional masyarakat, dan regulasi bukan tembok penghalang bagi perempuan-perempuan ini. Mereka menyalakan api harapan tentang Indonesia yang lebih baik. Majalah Tempo merayakan peringatan Hari Kartini, pekan ini, dengan menampilkan para perempuan tangguh tersebut. Tim redaksi, dengan Ayu Prima Sandi sebagai pemimpin proyek, menjaring namanama dari beragam profesi. Setelah melakukan sejumlah verifikasi, kami memperoleh 65 nama dari berbagai kelompok masyarakat. Usia mereka maksimal 45 tahun, karena kami ingin mendorong dan memberi ruang kepada para perempuan muda. Angka itu juga kami tetapkan sebagai penanda usia majalah Tempo yang pada 6 Maret lalu memasuki 45 tahun. Radar yang kami miliki memang tak bisa menjangkau semua bidang dan seluruh wilayah Indonesia. Kami sadar, pastilah masih banyak perempuan muda hebat yang ada di luar daftar kami. Mereka yang jauh dari jangkauan hiruk-pikuk media sosial, surat kabar, dan televisi. Ada dua tahap seleksi yang kami lakukan. Pertama, melalui survei di media sosial. Publik kami ajak menyeleksi 65 menjadi 45 nama. Hanya dalam sepekan, 672 orang mengikuti survei online ini. Tahap kedua adalah penjurian. Kami memilih sembilan perempuan muda andalan di berbagai bidang. Kami mengundang Alissa Wahid (Koordinator Nasional GusDurian), Putri Izzati (Kibar, kurator Zilliun—sebuah inisiatif menjaring anak-anak muda berbakat), Johana Kusnadi (Manajer Komunikasi Kreavi.com), Puti Ayu Amatullah (Manajer Media Sosial di Kibar), dan Mardiyah Chamim yang mewakili kalangan internal Tempo. Diskusi hangat mewarnai proses penjurian. Keberagaman bidang dan pencapaian 65 perempuan muda ini sungguh membesarkan hati. Dari perancang busana, guru, saintis, bidan, dokter, pengacara, penyanyi, penari, praktisi teknologi, pengusaha, sampai atlet.

”Seneng banget melihat variasi nama ini,” kata Johana Kusnadi, ”Ada yang masih 15 tahun tapi sudah berkarya hebat.” ”Betul, memang hebat para perempuan ini,” ujar Alissa Wahid. Namun prestasi saja tidak cukup. Dampak pada masyarakat adalah poin yang menjadi pertimbangan dewan juri. ”Bidan Rosalinda, misalnya, dia mengubah begitu banyak hal,” kata Alissa. Ibu dan bayi lebih sehat tentu akan menjadikan kualitas generasi yang jauh lebih baik. Akhirnya, setelah tiga jam diskusi yang hangat, dewan juri memutuskan sembilan perempuan sebagai champion di bidang masing-masing.

Ini sebenarnya hanya membedakan porsi tulisan dalam liputan khusus: para juara ditulis dalam dua halaman, dan yang lainnya dengan porsi yang lebih kecil. Mereka yang menjadi ”juara” adalah Yosmina Tapilatu (Bidang Sains dan Keilmuan), Kartika Jahja (Bidang Seni dan Budaya), Sheila Agatha (Bidang Industri Kreatif dan Entrepreneur), Yusniar Amara (Bidang Hobi dan Olahraga), Rosa Dahlia (Bidang Pendidikan), Rosalina Delin (Bidang Kesehatan), Leonika Sari (Bidang Teknologi Informasi dan E-commerce), Selly Martini (Bidang Penegakan Hukum), dan Nissa Wargadipura (Bidang Lingkungan). Selain kesembilan perempuan luar biasa tadi, ada satu sosok yang mencuri perhatian dewan juri: Katyana Azlia Wardhana, gadis 20 tahun, yang menggulirkan gerakan antirisak atau bullying Sudah, Dong. Gerakan yang dirilis pada Juli 2014 ini sekarang telah memiliki 900 relawan, yang tersebar di berbagai penjuru negeri. Dewan juri sepakat memilih Katyana sebagai perempuan pilihan juri. Seusai penjurian, tim redaksi turun ke lapangan menjumpai para perempuan pilihan Tempo. Sebuah kerja maraton berlangsung, melibatkan belasan reporter dan fotografer di berbagai daerah.

Kartika Jahja ditemui Subkhan Jusuf Hakim di Kedai Kemang. Sheila Agatha, perancang yang karyanya mendunia di Paris Fashion Week, ditemui di apartemennya di Central Park oleh Gustidha Budiartie. Leonika Sari, anak muda pendiri Reblood, singgah ke kantor menghampiri Tito Sianipar. Ayu Prima dan fotografer Nurdiansyah menuju Lualo, Lanny Jaya, Papua, untuk menjumpai Rosa Dahlia. Perjalanan menemui Rosa tidak mudah. Rute WamenaPoga, distrik terdekat sebelum Lualo, ditempuh dua jam dengan bermobil. ”Jalanannya ancur, muntahlah kami di separuh perjalanan,” kata Ayu.

Desain Rumah Ala Eropa di Jakarta

Desain Rumah Ala Eropa di Jakarta – Lahan berukuran kecil dan berbukit bukan halangan untuk menciptakan hunian nyaman ala rumahrumah di negara empat musim. S eperti rumah yang berada di kawasan Amerika Utara maupun Eropa. Itulah kesan pertama yang didapat saat melihat rumah yang berlokasi di daerah Bojong Koneng, sebuah kawasan perbukitan di Bandung Barat. Betapa tidak, penampilan fasad rumah tersebut menurut Dendy Darman, arsitek sekaligus desainer interior rumah ini, memang dibuat tidak seperti layaknya rumah tropis. Desain rumah ini lebih terinspirasi oleh rumah empat musim, seperti halnya rumahrumah di Amerika Utara, maupun Eropa. Pemilihan warna fasad yang hijau tua pun menjadi sebuah elemen istimewa yang dipadu warna natural dari kayu jati belanda di area pintu masuk rumah.

Ini untuk mendukung ide rumah empat musim tersebut. Tidak hanya itu, point of interest pada fasad rumah terletak pada talang air yang dibuat menyerupai cerobong asap. Padu padan elemen elemen tersebut mempertegas karakter rumah empat musim yang dimiliki oleh Franky, yang memiliki profesi sebagai penyanyi. Kontur tanah yang berbukit serta luas tanah yang terbatas menjadi perhatian utama bagi Dendy dalam mendesain rumah ini. Oleh karena itu, struktur bangunan rumah kemudian dibuat menurun, seolah memiliki basement. Tidak hanya itu, pembagian ruangan, penempatan dan pemilihan furnitur, serta penataan beberapa bagian rumah agar memiliki beberapa fungsi, merupakan solusi atas keterbatasan lahan. Rumah yang kecil dan kompak, begitulah jawaban dari Dendy ketika ditanya mengenai konsep dari rumah ini.

Karena itulah furnitur pada rumah ini dibuat dengan menyesuaikannya terlebih dahulu dengan ukuran dan bentuk ruang pada bangunan. Tentu saja tujuannya agar tetap mendapatkan penempatan yang clean, namun maksimal pada setiap ruangan. Konsep rumah yang kompak juga diterapkan melalui penggunaan mezanin pada living area agar pemilik tetap memiliki area untuk bekerja di rumah. Lebih dari itu, desainnya yang atraktif ternyata menjadi sebuah elemen dekoratif tersendiri pada area tersebut. Kehidupan yang kian modern kini tidak lagi menempatkan dapur di area belakang. Hal tersebut dipahami betul oleh Dendy dengan menempatkan dapur sebagai area pertama yang akan terpandang bagi orang yang memasuki rumah tersebut. Karena itulah dapur didesain dengan seapik dan semenarik mungkin. Namun, tentu saja tetap memperhatikan konsep rumah kompak melalui pemilihan kitchen set maupun perabotannya. Menurut Dendy, dapur pada rumah tidaklah perlu tinggi. Karenanya, pada area tersebut dibagi menjadi 2, yakni dapur di bawah, dan mezanin menempati area di atasnya. Yang menjadi daya tarik lainnya adalah pemilihan material pada interior rumah yang didominasi oleh kayu jati belanda atau pinus. Ini bukan tanpa alasan. Kayu jati belanda dipilih untuk menyesuaikan dengan daerah rumah tersebut yang berada di ketinggian. Tidak hanya itu, penggunaan kayu pinus tersebut juga dianggap cocok dengan citra rumah empat musim, seperti rumah di Amerika Utara atau Kanada. Kayu jati belanda dirasa merupakan pilihan yang tepat, karena mampu membuat rumah tersebut tetap bernuansa hangat di tengah dinginnya udara di kota kembang.

Area Sisa Beraneka Guna

Awalnya, mezanin dibuat agar dapur tidak menjadi terlalu tinggi. Namun dengan adanya mezanin, konsep rumah yang kompak pun semakin tersampaikan. Selain itu, area tersebut juga berguna untuk mendukung pekerjaan pemilik sebagai penyanyi. Oleh karena itu, mezanin tersebut dimanfaatkan menjadi “studio mini.” Untuk mempertegas konsep rumah yang kompak, mezanin didesain agar juga memiliki fungsi untuk menyimpan buku maupun pernak-pernik rumah lainnya.

Indahnya Jati Belanda

Elemen utama dari rumah tersebut adalah penggunaan kayu jati belanda pada dinding living area. Menurut Dendy, kayu-kayu tersebut merupakan kayu bekas peti kemas, sehingga mudah didapatkan. Yang membuatnya kian tampil menarik adalah lubang-lubang bekas paku pada kayu yang dibiarkan begitu saja. Kayu-kayu tersebut kemudian ditreatment secara khusus yakni dioven kemudian di-coating clear dof agar tahan terhadap cuaca.

Merajut Asa, Penuhi Ekspetasi

Sebagai pasangan baru, Franky dan Ruth Husin memutuskan untuk bertempat tinggal di Bandung. Mereka membeli rumah yang dirancang oleh Dendy Darman dari Unkl 347, karena dirasa cocok untuk memulai kehidupan yang baru. Kini, pasangan tersebut benar-benar mengapresiasi kediaman yang baru saja mereka huni mulai Januari kemarin. “Seperti tinggal di kawasan Amerika atau Eropa,” ujar Franky seraya tersenyum puas, soal rumah yang memenuhi segala ekspektasinya tersebut. Tak lupa rumah nya di bekali dengan genset jakarta yang berkualitas. Genset merupakan perangkat penting untuk menopang aktifitas kehidupan sehari hari, khususnya ketika lampu di rumah mu terjadi pemadaman. Untuk itulah pastikan anda membeli genset di supplier jual genset jakarta yang terbaik dan terpercaya

Memahami Ayah “Luar Biasa” Bagian 2

Ukuran Luar Biasa

Ayah memang hanya lakilaki biasa tetapi ketika lakilaki itu mau dan mampu terlibat dalam merawat dan meng asuh buah hatinya, dia berubah menjadi ayah yang luar biasa. Memang sih, ukuran luar biasa itu pasti berbeda pada tiap Bunda. Menurut Della, ayah yang luar biasa itu semestinya bukan semata-mata dikaitkan dengan apa yang mereka lakukan melainkan juga dampak yang dirasakan keluarga.

Jadi perhatikan apakah dengan peran aktif ayah tersebut terjadi 5 hal berikut ini. ? Semua anggota keluarga merasa “sehat” secara emosi (tidak ada rasa tertekan, ditolak, atau dilecehkan). ? Terjadi hubungan yang saling menghargai antarpasangan dan juga antara orangtua dan anak. ? Relasi yang kian berkualitas antarorangtua. ? Kualitas hubungan bunda-anak dan ayah-anak semakin baik. ? Terjadi perimbangan antara tekanan-tekanan sosial yang dihadapi dan diperolehnya bantuan atau dukungan dari lingkungan sosial terhadap keluarga tersebut. Della juga bercerita tentang sebuah kasus yang pernah ditanganinya. Ini kisah nyata yang menurutnya menarik dan mungkin bisa menjadi inspirasi bunda dan ayah. Begini ceritanya.

Ada sebuah keluarga dengan 5 anak semuanya laki-laki. Si bunda sangat dekat dan lekat dengan anak-anaknya sehingga ia bisa dengan mudah membagi tugas ke mereka semua. Tiap anak kebagian tugas mengurus rumah. Ada yang mengepel lantai, memasak, merapikan kamar, mencuci mobil, membersihkan kamar mandi, dan lain-lain. Digilirlah seperti piket. Sementara, si ayah selalu menunjukkan sikap galak kepada anak-anaknya.

Tak pernah sekali pun ia bicara halus kepada anak-anaknya. Ayah juga punya target tinggi dan selalu menantang anakanaknya agar selalu punya prestasi dan bagus di bidang akademik. Anak-anak ini mengaku sangat takut ketika harus bicara dengan ayahnya, tetapi mereka sangat respek kepadanya karena sang bunda selalu membicarakan hal-hal yang positif tentang si ayah. Ayah yang kasar itu bisa tetap dijaga “image”-nya oleh si bunda dan tentunya anakanak, sehingga tetap menjadi figur yang penting buat keluarga.

Saat ini kelima anak mereka sudah “jadi.” Mereka semua berhasil di sekolahnya. Meski sekarang ayah mereka sudah tiada, kelima anak ini masih tetap mengenang ayah mereka. Bahkan obrolan seputar ayah selalu menjadi topik populer yang dibicarakan oleh anakanaknya. Menarik, kan? Nah, Bunda dukunglah Ayah selalu. Dan buat Ayah, selamat berjuang menjadi ayah yang luar biasa!

Memahami Ayah “Luar Biasa”

Bunda pastilah mendambakan ayah yang luar biasa; yang mau terlibat dalam pengasuhan si kecil. Itu wajar kok. Hanya perlu diketahui, tingkat keterlibatan ayah itu bervariasi. Ada yang proaktif, ada juga yang sama sekali ragu atau takut gagal. Nah, makanya Bunda harus peka melihat kondisi ayah. Menurut Della Psikolog Viera Adella, MPsi, sebisa mungkin ciptakan suasana relaks yang bisa membangun keyakinan pada ayah bahwa mengasuh itu simpel. “Coba deh, berikan peran yang paling kecil saja dulu, misalnya memasangkan kaus kaki si baby.”

Perilaku Bunda dalam mengasuh bayi (terlepas dari profi l ayah yang “peragu dan takut gagal” tadi), sudah memberi kesan bahwa “bayi hanya boleh dekat Bunda!” Benar, enggak? Coba aja lihat kalo lagi nyusuin, bayi akan benar-benar diproteksi oleh Bunda sehingga terkesan “kamu milikku”. “Nah kalau sudah begini, tentu si ayah ‘mati gaya’ doooong… mau ngedeket aja takut. Coba deh Bunda ambil posisi dekat ayah yang lagi baca koran atau nonton TV.

Lalu, minta si ayah memangku si baby sebentar karena Bunda mau ambil sesuatu. Nah, hal-hal yang spontan seperti itu kadang membuat ayah merasa bahwa co-parenting atau kerja sama dalam pengasuhan memang benarbenar ada, enggak cuma teori saja. Menariknya nih Bun, cuma dimintain bantuan seperti itu saja si ayah sudah bangga banget!” jelas Della. Meski begitu, Bunda juga harus sadar bahwa tak selamanya ayah bisa diharapkan mampu ikut terlibat langsung dalam mengasuh, karena yang disebut mengasuh itu tak harus bentuknya ke terlibatan.

Ada yang disebut komitmen dan tanggung jawab. Coba cek lagi, mungkin si ayah belum punya waktu, keyakinan, dan kemampuan untuk memegang bayi secara langsung. Namun dia punya waktu, keyakinan, dan kemampuan untuk memenuhi fasilitas dan materi pendukung belajar si bayi. Ini pun bagus. Yang penting, Bunda harus biasakan mengomunikasikan apa yang berlangsung atas diri si bayi ke ayah, dan mencoba mendiskusikan agar ayah sedikit demi sedikit bisa ikut memberikan ide. “Contoh, saat mau beliin baju si kecil ajaklah ayah untuk memilih.

Tapi jangan kasih pertanyaan yang terlalu ‘luas’ sehingga ayah jadi bingung. Ingat dia bukan penasihat yang serbatahu seluk beluk bayi, jadi batasi pertanyaan dengan pilihan-pilihan yang sudah tersedia. Semisalnya, “Yah, ini ada dua pakaian, menurut Ayah yang mana yang lebih cocok dan pas untuk adek?” Yang jelas, cobalah permudah agar si ayah bisa terlibat dalam pengambilan keputusan-keputusan terkait anak,” papar Della.

Hal lain yang perlu Bunda sadari, setiap pembentukan keterampilan baru termasuk menjadi ayah dibutuhkan proses yang tentunya perlu waktu dan konsistensi. Jadi jangan pesimis dan kecewa dulu kalau reaksi ayah tampak enggan. Bunda perlu mau memberi waktu dan jangan cepat menyerah. Menurut Della, sebaiknya gunakanlah akal sehat, jangan munculkan reaksi-reaksi yang tidak menyenangkan sehingga membuat ayah menjadi antipati.

Untuk anak yang sudah beranjak dibangku sekolah berikan ia pelatihan keterampilan bahasa asing di tempat kursus bahasa Perancis Jakarta yang terbaik.

Permasalahan Pada Pagar Bagian 2

Cat Pagar Mengelupas

Pagar besi saya catnya sudah banyak yang mengelupas. Saya ingin mengecatnya karena tahun baru ini keluarga besar saya mau kumpul di rumah. Bagaimana cara mengecat yang benar dan apa merek catnya?

Apabila cat sudah mulai mengelupas, disarankan untuk langsung mengampelas semua permukaan cat. Dan jangan melakukan pengecatan atau menumpuk cat baru karena hal itu akan sia-sia saja, karena cat baru juga akan mengelupas. Perhatikan juga karatnya. Jika ada karat, ampelas hingga karatnya bersih. Untuk merek, Anda bisa menggunakan cat besi keluaran PT Propan Raya I.C.C. ini dia cara memperbaikinya. • Bersihkan cat lama dengan menggunakan ampelas. Gosok hingga cat tidak ada yang menempel di besi. • berikan pagar besi dengan cat dasar yang mengandung bahan alkali agar cat cepat kering. • Lakukan pengecatan hingga pagar besi tertutup sempurna. • Yang perlu diperhatikan adalah pada saat melakukan pengecatan, pagar bisa tidak seharusnya terkena cahaya matahari secara langsung. Biarkan cat mengering secara alami. Selain itu, pagar besi yang baru dicat jangan terkena hujan karena lapisan catnya akan rusak. • Untuk hasil maksimal, Anda bisa mengaplikasi 2x pengecatan dengan jeda 2 jam.

Menambah Material Kayu

Pagar saya dari bahan besi hollow. Saya ingin mempercantiknya dengan menambah kayu. Apakah memungkinkan?

Penambahan material di pagar masih memungkinkan. Yang perlu Anda perhatikan adalah, apakah roda pagar yang Anda pilih mampu menahan beban atau tidak. Jika tidak mampu, ada kemungkinan pagar jadi seret. Kedua, untuk penambahan material ini, jangan gunakan paku sebagai pengikat kayu dan besinya karena memungkinkan besi hollow pagar Anda penyok. Anda harus menggunakan alat sekerup untuk menempelkan kayu di besi hollow.

Permasalahan Pada Pagar

Setiap akhir tahun banyak orang yang berencana liburan. Karena itu pagar depan rumah menjadi fokus banyak orang karena dianggap mampu melindungi rumah dari orang yang tidak bertanggung jawab. Di sisi lain, menjelang akhir dan awal tahun juga rumah biasanya banyak didatangi orang. Keberadaan pagar yang baik mampu mempercantik tampilan rumah, apalagi posisinya di area depan. Nah, bagaimana jika pagar i-ni bermasalah? Inilah beberapa permasalahan dari pagar dan solusinya.

Hal yang tak kalah penting untuk rumah ialah genset sebagai sumber listrik alternatif ketika listrik dari PLN sedang padam. Harga genset murah untuk rumah dan proyek bisa dibeli melalui Suplier Jual Genset Bali yang memberikan potongan harga dan garansi resmi.

Pilih Gembok

Gembok saya sudah rusak dan saya berencana membeli gembok baru. Minta sarannya, pilih gembok jenis apa yang awet dan keamanannya bagus?

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memilih gembok. 1. Pilih gembok yang yang khusus pagar. Untuk saat ini, ada gembok anti-maling, keluaran Gradino. Ukurannya bisa menyesuaikan. 2. Pilih berbahan stainless steel karena jenis ini anti-karat sehingga cocok diaplikasikan di luar ruang. 3. Pilih desain sesuai dengan konsep rumah. Walau kecil, desain yang tidak senada tetap dapat mengganggu penampilan.

Roda Seret

Roda pagar rumah saya seret, sangat mengganggu saat buka-tutup. Perlukah diganti rodanya atau ada cara lain agar roda tersebut lancar kembali?

Jika roda pagar Anda seret, coba lapisi as roda terlebih dahulu dengan oli. Bisa jadi, pelumas di bagian as roda habis sehingga membuat roda seret saat berputar. Jika cara ini tidak berhasil, cek juga kondisi roda. Roda yang seret bisa disebabkan bobot bodi pagar lebih besar dibanding roda itu sendiri, sehingga roda tertekan oleh beban dan menyebabkan sulit bergerak. Apabila kondisi roda seperti ini maka roda wajib diganti dengan ukuran yang lebih besar.

Coba bersihkan rodanya terlebih dahulu, bisa jadi ada pasirnya. Jika sudah bersih, tetesi oli. Semoga membantu.

Google dan Microsoft: Pelopor DRM

Google dan Microsoft: Pelopor DRM Mekanisme DRM pada HTML relatif sederhana. Suatu browser (Chrome/IE) yang mengakses video yang diproteksi pada suatu website akan menjalankan JavaScript app (application) untuk menanyakan key yang dibutuhkan (ke website tersebut). Lisensi dan key akan diperoleh dari pemegang key yang sah. Di saat bersamaan, permintaan encrypted video stream dari file server juga dilakukan.

Browser kemudian memberikan key dan encrypted stream kepada CDM untuk men-decrypt dan men-decode stream lalu mengirim balik video frame satu persatu ke browser untuk ditampilkan di layar. Tipe dan tingkat keamanan enkripsi tidak ditentukan EME, melainkan pada sistem CDM yang digunakan. Prosedurnya beragam (EME hanya memakai kode JavaScript).

Jadi, modul decryption bisa menanganinya sendiri (tanpa browser dan OS selama proses playback, dan mengirimkan frame secara langsung ke output HDMI melalui graphics card. Dengan demikian, proses copy frames secara ilegal sukar dilakukan pada komputer pengguna. Sebaliknya, EME bisa menawarkan mekanisme ekspres (clear-key process) tanpa melibatkan CDM.

Itu artinya, pengguna tidak memerlukan lagi server lisensi khusus atau proprietary encryption system, karena JavaScript app mendapatkan key langsung dari streaming website (untuk diberikan ke browser). Di sini, JavaScript yang bertanggung jawab dalam proses decrypting dan decoding video. Pihak Hollywood mungkin akan menghindari penerapan clear-key process tersebut.

Ini Dia Pengalaman Berdua Jadi Hebat

pascal-edu.com – Karena itulah saya selalu mengajak anakanak saya untuk mengerjakan beberapa tugas di rumah. Yang gampang-gampang saja. Awalnya saya hanya fokus pada Gladys karena saya anggap Hazel masih terlalu kecil. Namun setelah melihat Gladys mengelap meja atau menyiapkan piring dan gelas saat kami mau makan malam. Hazel ingin ikut-ikutan. Akhirnya mereka pun selalu mengerjakannya berdua. Gladys jadi semangat karena adiknya ikut membantu. ‘Dedek yang lap meja ya… kayak gini nih’ lucu banget melihat mereka saling membantu!”

Serunya Bermain Peran Berdua

YULIE HASUKI BUNDA DARI MAYZA (4,5) “Mayza suka bermain peran. Kalau main sendiri kasihan juga karena dia hanya main sama teddy bear-nya. Dia jadi ibu, trus si boneka jadi anak. Tapi kalau bermain berdua dengan temannya, jadi seru banget. Main perannya bisa beragam. Misal, si teman jadi guru, terus Mayza dan bonekanya jadi murid. Atau si teman jadi ibu, terus Mayza jadi ayah, si boneka jadi anak. Dari situ mulai deh mereka menasehati macammacam ‘Kamu enggak boleh nakal ya. Nanti dimarahin Ayah!’ Lucunya, kalau si teman protes karena Mayza lupa kalau sedang jadi ayah ‘Ih… kamu kok suaranya gitu. Kan lagi jadi ayah!’. Tentu main berdua dengan teman banyak manfaatnya ketimbang kalau Mayza main sendiri. Karena Mayza jadi bisa berinteraksi, bergaul, sekaligus melatih kemampuannya komunikasi nya.”

Bekerja Bersama Merangkai Rel

KATHLEEN MELISSA BUNDA DARI ARKA (4) “Arka biasanya main ber sama temannya di rumah. Permainan favorit mereka adalah merangkai balok atau bermain kereta api. Saat merangkai rel kereta api, me reka pun bekerja sama supaya si kereta api dan relnya bisa cepat selesai. Ada lagi yang mereka pelajari saat bermain berdua, yaitu bersamasama membereskan mainannya setelah selesai. Senang melihat Arka dan temannya bisa bekerja sama lewat bermain.”

Denting Piano & Dawai Biola

SISKA BUNDA DARI SYLVIA (6) DAN SANTI (4) “Saya sejak dulu punya keinginan agar anak-anak pandai bermain musik. Karena itulah semenjak kecil, Sylvia dan Santi sudah saya kenalkan pada alat musik, Sylvia dengan piano dan Santi de ngan biola. Sengaja saya tidak mengenalkan instrumen yang sama agar mereka bisa berduet. Sekarang cita-cita saya tercapai, Sylvia dan Santi sudah beberapa kali diundang untuk konser berdua. Perpaduan dentingan piano dan dawai biola yang mereka mainkan sungguh terdengar indah.”

Mau Dapat SIM A ? Kamu Harus Lulus Sekolah Mengemudi

JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyusun kurikulum pembelajaran untuk sekolah mengemudi resmi di Indonesia. Penyusunan kurikulum itu berkaitan dengan rencana polisi memasukkan sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi dalam syarat permohonan pembuatan surat izin mengemudi (SIM). Kepala Subdirektorat Pengawalan dan Patroli Jalan Raya, Komisaris Besar Bambang Sentot Widodo, menuturkan ketentuan ini sebenarnya sudah tertuang dalam Peraturan Kepala Polri Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM. Namun implementasi aturan itu belum optimal. Musababnya, kata Bambang, rata-rata pemohon SIM belajar mengemudi secara autodidaktik atau dari teman mereka. Padahal yang mengajarkan belum tentu memiliki kompetensi berkendara yang baik. Hal itu berbeda dengan pelatih di sekolah mengemudi yang dianggap memiliki kompetensi.

“Makanya kami sedang merumuskan kurikulumnya,” ujar Bambang, kemarin. Bambang menjelaskan, kurikulum khusus perlu dibuat karena sekolah mengemudi yang bisa menerbitkan sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan secara sah harus mendapat akreditasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Sekolah mengemudi itu, kalau mau dijadikan formal, harus memiliki kurikulum,” Bambang menjelaskan. Dalam standar kurikulum yang tengah digodok, kepolisian akan mencantumkan teori, praktik berkendara, serta penyuluhan ketertiban lalu lintas. Penyuluhan dianggap penting lantaran 80 persen pelanggar lalu lintas kurang memiliki kesadaran untuk tertib di jalan raya. Kondisi emosi dan kejiwaan pengemudi juga kerap menjadi alasan pelanggaran lalu lintas. Bambang mencontohkan beberapa pelanggaran, seperti berkendara di atas trotoar, berhenti di zebra cross, hingga mengabaikan lampu merah. “Padahal dia tahu itu melanggar, tapi karena alasan buruburu atau kepepet jadi melanggar,” kata Bambang. Kepolisian menargetkan penyusunan kurikulum lengkap bakal rampung akhir tahun ini. Warga Jakarta menanggapi beragam rencana kepolisian tersebut. Musa Harun, misalnya, mengatakan persyaratan itu hanya akan mempersulit pemohon SIM.

Sebab, mengikuti sekolah mengemudi memerlukan waktu yang tak sebentar. Berbeda dengan Musa, Arifin Arfian menyatakan mendukung rencana kepolisian. “Setuju saja. Pasti sudah dipertimbangkan,” ucapnya. Bambang memastikan kepolisian tak ingin mempersulit permohonan SIM bagi masyarakat. Pada Juni lalu, kepolisian berencana menambah persyaratan tes psikologi dalam permohonan SIM tapi akhirnya ditunda pelaksanaannya.