Konservasi Cetak Biru Gajah Sumatera Bag2

”Sore menjelang magrib, hewan cerdas ini akan kembali sendiri ke pusat konservasi,” kata Kempet, salah satu mahout yang ditemui Tempo di lokasi konservasi pekan lalu. Pria 35 tahun ini sangat mengenal karakter gajah asuhannya lantaran sudah sepuluh tahun lebih bekerja sebagai pawang mamalia bertubuh tambun dengan nama Latin Elephas maximus sumatranus itu.

Pembauran antara gajah dari pusat konservasi dan gajah liar dilakukan sebagai salah satu bentuk konservasi berbasis genetika gajah. Menurut International Union for Conservation of Nature, hewan yang dapat hidup hingga 80 tahun ini terancam masuk daftar merah alias punah. Setiap tahun populasi gajah Sumatera menurun sekitar 100 individu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *