Categories
Berita

Google dan Microsoft: Pelopor DRM

Google dan Microsoft: Pelopor DRM Mekanisme DRM pada HTML relatif sederhana. Suatu browser (Chrome/IE) yang mengakses video yang diproteksi pada suatu website akan menjalankan JavaScript app (application) untuk menanyakan key yang dibutuhkan (ke website tersebut). Lisensi dan key akan diperoleh dari pemegang key yang sah. Di saat bersamaan, permintaan encrypted video stream dari file server juga dilakukan.

Browser kemudian memberikan key dan encrypted stream kepada CDM untuk men-decrypt dan men-decode stream lalu mengirim balik video frame satu persatu ke browser untuk ditampilkan di layar. Tipe dan tingkat keamanan enkripsi tidak ditentukan EME, melainkan pada sistem CDM yang digunakan. Prosedurnya beragam (EME hanya memakai kode JavaScript).

Jadi, modul decryption bisa menanganinya sendiri (tanpa browser dan OS selama proses playback, dan mengirimkan frame secara langsung ke output HDMI melalui graphics card. Dengan demikian, proses copy frames secara ilegal sukar dilakukan pada komputer pengguna. Sebaliknya, EME bisa menawarkan mekanisme ekspres (clear-key process) tanpa melibatkan CDM.

Itu artinya, pengguna tidak memerlukan lagi server lisensi khusus atau proprietary encryption system, karena JavaScript app mendapatkan key langsung dari streaming website (untuk diberikan ke browser). Di sini, JavaScript yang bertanggung jawab dalam proses decrypting dan decoding video. Pihak Hollywood mungkin akan menghindari penerapan clear-key process tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *