Menciptakan lapangan kerja bisa dilakukan dengan membuka usaha kuliner. Sayangnya tidak semua orang memiliki keterampilan memasak dan membuat kue. Prihatin dengan pengangguran yang tinggi,

Ny. Ayu Hartati Datmiko mendirikan Cindelaras, Lembaga Kursus dan Tata Boga untuk melatih orangorang yang berminat membuka usaha di bidang kuliner. Mari kita lihat apa saja yang bisa dipelajari di tempat kursus ini.

“Saya sering miris melihat ibu-ibu menganggur, diam saja di rumah. Padahal saya tahu persis hidupnya sulit. Bagaimana pun ibu rumah tangga, kan, menteri keuangan. Saya bayangkan tiap malam mereka pusing memutar otak mengatur kebutuhan,”ungkap Ayu menjelaskan latar belakang mendirikan lembaga kursus ini seperti yang Ia katakan kepada Website Soulofren.com.

Sejak tahun 1994 ia sudah memiliki katering yang diberi nama Cindelaras Catering Service. Dari upaya itu, Ayu bersyukur sudah memperoleh banyak pemasukan. “Saya bahkan bisa menyekolahkan anak sampai S2 di luar negri.

Nah, saya kepingin orang lain pun sama suksesnya dengan saya,”lanjutnya. Ayu juga melihat banyak usia produktif kerja yang bekerja, tetapi tidak punya keterampilan yang tepat. Sebut saja Waitres seperti yang Ia katakan kepada Website Souljournal.

Mereka bekerja, tetapi tidak terampil. Ia juga mengamati para pengusaha katering yang belum punya pengetahuan memadai tentang dunia memasak, menyetok, atau menghitung.

Nah, maka tahun 2005 Ayu mulai mendirikan lembaga pendidikan. “Saya juga merasa di usia kepala 6 sudah seharusnya saya mulai mencari tabungan lain yang bukan duniawi saja.” tuturnya.

Untuk mendidik mereka yang tidak mampu, Ayu sempat beberapa tahun bekerja sama dengan Kemendikbud dalam program yang disebut Blockgrand. Kementrian ini membiayai pendidikan ini sehingga mereka yang tidak mampun pun bisa punya keterampilan dan membuka usaha.

PROGRAM-PROGRAM

Lembaga ini menawarkan kursus kelas basic program, advance, enterpreneur, young chef, dan kelas khusus. Kelas basic program advance dan young chef. Masing-masing kelas minimal terdiri atas 3 orang, dengan 2 kali pertemuan, setiap pertemuan berlangsung 3 jam.

Khusus untuk kelas entrepreneur setiap kelas minimal diikuti 10 orang, terdiri atas 3 pertemuan dengan sekali belajar 6 jam. Kelas khusus adalah pelatihan yang melibatkan suatu lembaga, seperti LMK ( Lembaga Masyarakat Kelurahan) dan ibu – ibu darma wanita.

Untuk kelas khusus dibebaskan memilih program yang diinginkan. Bagi peserta kelas entrepreneur juga dilatih jenis pelayanan katering, manajemen katering, membuat table setting, penataan meja untuk coffee break, penataan meja untuk dessert, membuat kombinasi menu, menghitung harga jual dan memasak.

“Selain memasak, kami juga mengajarkan mengatur katering dan pelayanannya,” jelasnya. Sesuai namanya young chef, ditujukan untuk anak-anak yang ingin belajar membuat kue.

Makanya yang diajarkan adalah aneka kue yang disukai anak – anak seperti menghias kue, menghias cokelat, dan membuat pasta. “Semua yang diajarkan khusus untuk anak – anak dan diadakan saat libur sekolah,” tutur Ina. Semua kelas akan diberi teori dan praktek.

Teori yang diberikan adalah penanganan alat, kebersihan, sifat bahan, cara menghitung harga jual. Untuk penanganan alat maksudnya cara menggunakan peralatan seperti oven atau mixer. Untuk kebersihan, selain kebersihan ruangan juga meliputi cara membersihkan bahan masakan.

Dan yang lebih menarik lembaga ini juga mengajarkan cara menghitung harga jual makanan yang sudah selesai diajarkan. “Selain memasak, peserta juga diajarkan cara menghitung harga jualnya,” jelas Ayu, bersambung ke artikel selanjutnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *