Categories
Berita

Mau Dapat SIM A ? Kamu Harus Lulus Sekolah Mengemudi

JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyusun kurikulum pembelajaran untuk sekolah mengemudi resmi di Indonesia. Penyusunan kurikulum itu berkaitan dengan rencana polisi memasukkan sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi dalam syarat permohonan pembuatan surat izin mengemudi (SIM). Kepala Subdirektorat Pengawalan dan Patroli Jalan Raya, Komisaris Besar Bambang Sentot Widodo, menuturkan ketentuan ini sebenarnya sudah tertuang dalam Peraturan Kepala Polri Nomor 9 Tahun 2012 tentang SIM. Namun implementasi aturan itu belum optimal. Musababnya, kata Bambang, rata-rata pemohon SIM belajar mengemudi secara autodidaktik atau dari teman mereka. Padahal yang mengajarkan belum tentu memiliki kompetensi berkendara yang baik. Hal itu berbeda dengan pelatih di sekolah mengemudi yang dianggap memiliki kompetensi.

“Makanya kami sedang merumuskan kurikulumnya,” ujar Bambang, kemarin. Bambang menjelaskan, kurikulum khusus perlu dibuat karena sekolah mengemudi yang bisa menerbitkan sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan secara sah harus mendapat akreditasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Sekolah mengemudi itu, kalau mau dijadikan formal, harus memiliki kurikulum,” Bambang menjelaskan. Dalam standar kurikulum yang tengah digodok, kepolisian akan mencantumkan teori, praktik berkendara, serta penyuluhan ketertiban lalu lintas. Penyuluhan dianggap penting lantaran 80 persen pelanggar lalu lintas kurang memiliki kesadaran untuk tertib di jalan raya. Kondisi emosi dan kejiwaan pengemudi juga kerap menjadi alasan pelanggaran lalu lintas. Bambang mencontohkan beberapa pelanggaran, seperti berkendara di atas trotoar, berhenti di zebra cross, hingga mengabaikan lampu merah. “Padahal dia tahu itu melanggar, tapi karena alasan buruburu atau kepepet jadi melanggar,” kata Bambang. Kepolisian menargetkan penyusunan kurikulum lengkap bakal rampung akhir tahun ini. Warga Jakarta menanggapi beragam rencana kepolisian tersebut. Musa Harun, misalnya, mengatakan persyaratan itu hanya akan mempersulit pemohon SIM.

Sebab, mengikuti sekolah mengemudi memerlukan waktu yang tak sebentar. Berbeda dengan Musa, Arifin Arfian menyatakan mendukung rencana kepolisian. “Setuju saja. Pasti sudah dipertimbangkan,” ucapnya. Bambang memastikan kepolisian tak ingin mempersulit permohonan SIM bagi masyarakat. Pada Juni lalu, kepolisian berencana menambah persyaratan tes psikologi dalam permohonan SIM tapi akhirnya ditunda pelaksanaannya.